APAKAH OPINI INI BENAR? ;
SEMUA AGAMA MENGAJARKAN KEBAIKAN SESAMA MANUSIA. TUJUAN AGAMA YG ASLI UTAMANYA ADALAH KEBAIKAN.
Mari kita bedah apa benar orang beragama tujuanya utamanya agar menjadi baik?.
coba cek tujuan orang beragama yg utama bukan kebaikan terhadap sesama manusia, tapi keselamatan abadi setelah kematian orang tersebut, alias hanya pikirkan diri sendiri, cara fikirnya adalah; tidak peduli orang lain selamat atau celaka yg penting saya selamat, toh orang lain dikasi tau juga bebal (hanya sampai situ saja, tidak mau peduli mengapa orang bisa bebal, adakah penyebab utamanya yang belum kita ketahui). sementara itu kebaikan hanya alat untuk mendapat keselamatan itu, bukan yg utama, bahkan pada banyak kejadian orang akan rela mengorbankan kebaikan/kepedulian demi keselamatan abadi pribadi setelah kematian.
Bukti lain ada yg namanya TEORI "BAIK TIDAK PENTING, SELAMAT NO1"
isi teorinya adalah; "SEANDAINYA" disuruh berbuat 𝗕𝘂𝗿𝘂𝗸 maka akan dapat 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻, sedangkan jika berbuat 𝗕𝗮𝗶𝗸 maka dapat 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺𝗮𝗻, orang pasti milih berbuat buruk saja asal selamat.
jadi opini "agama tujuan utamanya adalah untuk kebaikan", sudah terpatahkan harusnya jika anda kooperatif dan tidak menyangkal fakta2 diatas.
Bukti lain adalah ada agama yg tujuan utama kebaikan, tapi tidak menjanjikan keselamatan, maka orang tidak akan memilih agama tersebut. contohnya agama buddha yg penganutnya berpotensi besar punah, ketika dianalisa oleh sensus penduduk 20-30 tahun kedepan dari sekarang, karna sudahlah penganutnya paling sedikit, setiap tahun umatnya berkurang.
ini wajar karna insting manusia bawaannya dibekali untuk mencari keselamatan pribadi, bukan untuk memikirkan keselamatan semua mahluk (PEDULI SERIUS KE SEMUA MAHLUK DISEBUT KEBAIKAN, PADA KASUS INI CONTOHNYA ADALAH BUDDHA, YG RELA REINKARNASI BERKALI2 HANYA UNTUK KESELAMATAN BANYAK MANUSIA, SEKEDAR INFO, BUDDHA BUKAN TUHAN, beliau termasuk manusia yang ingin semua umat manusia &mahluk selamat tanpa terkecuali).
Lanjut ke topik kenapa orang bisa hanya memikirkan keselamatan sendiri?. jika anda menyalahkan kenapa manusia punya insting utamakan keselamatan sendiri, dibanding keselamatan semua mahluk?, berarti anda menyalahkan tuhan, kenapa menciptakan sifat yg demikian, sedangkan jika anda menyalahkan tuhan maka anda dicap ... isi sendiri.
jika anda menyalahkan, kenapa orang hanya ingin selamat sendiri, lagi pula siapa yang tidak mau keselamatan, tidak ada yg salah, wajar sekali.
CONTOH KASUS :
Seorang MAHLUK BUMI melihat setiap ada kegiatan agama atau syiar agama sangat sering ada yg mengolok2 dari umat lain, lalu mereka bertengkar soal mana tuhan yg benar siapa yg selamat dan siapa kena hukuman di akherat.
Si MAHLUK BUMI tadi tidak ingin orang atheis makin tidak suka dengan tuhan, karna dengan begitu makin banyak orang yg tak selamat, karna citra tuhan&agama di mata atheis adalah nafsu pertengkaran, ketamakan, egois, kekejaman, dan SI MAHLUK BUMI mikir ini sifat iblis, secara logis siapapun entah atheis atau bahkan kita sendiri pasti menghindari sosok2 yang terlihat seperti iblis.
karna merasa peduli kepada manusia SI MAHLUK BUMI mensyiarkan ke publik;
lalu Jika agama sering menghasilkan pertengkaran maka populasi atheis akan meningkat, jadi mari tunjukan citra baik agama agar semua mahluk yg belum bertuhan ikut bertuhan dan lalu selamat.
lalu Si ORANG BERAGAMA pada umumnya menjawab :
biarin dah makin banyak atheis "kan enak dunia cepetan kiamat, jadi kita cepet dapet surga dan keselamatan, masalah orang lain celaka bodo amat itu salah mereka.
aku mikir gitu karna aku cuma diajarin mikirin keselamatan sendiri dan yang mau selamat aja, ngapain mikirin umat manusia. aku gatau itu egois atau tidak.
biarin umat lain menderita kalo kiamat yang penting aku selamat, ajaran memperdulikan sesama manusia tampaknya tidak relevan bagiku."
Nah... disini perbedaannya Si MAHLUK BUMI mengusahakan serius bagaimana agar semua orang selamat, jika ada yg bebal dia mencari tau secara dalam kenapa bisa bebal, dan karna serius dia dia tidak membatasi ranah dia mencari jawaban mulai dari ke agama, ke psikologi, ke ilmu cara kerja otak, dll demi jawaban kenapa orang tidak mau selamat, segala sesuatu pasti ada penyebab, dengan harapan jika mendapat jawaban setidaknya dia bisa menjadikannya sebuah solusi untuk menyelamatkan orang, atau mengambil kesimpulan (hal ini dilakukan oleh buddha juga, ia membayar banyak waktu&derita untuk menjawab kenapa manusia tidak selamat dan ingin semua manusia selamat, ini bisa dilihat sebagai sifat yang konyol ataupun baik bagi orang pada umumnya).
sedangkan Si ORANG BERAGAMA tidak peduli samasekali, kenapa manusia bisa bebal, dia tidak mau pusing, apa ada penjelasan ilmiahnya atau tidak dia tidak tertarik, yg penting diriku selamat, yg bisa membuatku tertarik adalah deretan kenikmatan dan keselamatan pribadi, apa ini salah?, jelas tidak karna kalo kamu menyalahkan si ORANG BERAGAMA kamu nyalahin penciptanya, DAN itu berarti jika kamu nyalahin kenapa Pencipta nyiptain sifat kaya si UMAT BERAGAMA, berati kamu yg salah karna menyalahkan pencipta.
KESIMPULAN : TUJUAN UTAMA AGAMA ADALAH KESELAMATAN INDIVIDU, BUKAN KEBAIKAN SESAMA MANUSIA, Jika anda masih mau menyangkal silakan baca lagi TEORI "BAIK TAK PENTING, SELAMAT NO 1" diatas, jika anda sudah paham betul teori itu tapi tetap menyangkal, maka kemungkinan sangkalan anda cukup berisi.